Dari Indonesia ke Eropa: Catatan Pertukaran Klinis Mahasiswa FK UNAIR di Belgia

Dari Indonesia ke Eropa: Catatan Pertukaran Klinis Mahasiswa FK UNAIR di Belgia

Oleh: Hendro Kusumo Sricahyonoaji

HASSELT – Kesempatan menimba ilmu di luar negeri selalu membawa perspektif baru. Hendro Kusumo Sricahyonoaji, mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, baru saja menyelesaikan program pertukaran pelajar berbasis rotasi klinis yang diselenggarakan oleh Standing Committee on Professional Exchange (SCOPE) di departemen kardiologi Jessa Ziekenhuis, Hasselt, Belgia. Perjalanan ini ia capai usai bangkit dari kegagalan seleksi awal melalui evaluasi mandiri, persiapan tes ITP, dan latihan wawancara.

Di Belgia, Hendro mengasah kompetensi klinis di bawah bimbingan supervisor utama, Prof. Yoann Bataille, serta didukung jajaran pakar seperti Dr. Bert Vandeloo, Dr. Philippe Jr Timmermans, dan Dr. Jan Verwerft. Kelancaran ritme belajarnya pun dibantu penuh oleh Debora, sekretaris departemen kardiologi.

Hendro Kusumo Sricahyonoaji (kiri) saat menjalani stase rotasi kardiologi bersama supervisor utama, Prof. Yoann Bataille, di ruang tindakan Jessa Ziekenhuis, Hasselt, Belgia, pada bulan Agustus. (Foto: Dok. Pribadi)

Tak hanya wawasan medis, program ini memperkaya pengalaman lintas budaya melalui dinamika asrama di Hasselt bersama mahasiswa internasional. Dari agenda membuat foto kolase bersama hingga penjelajahan lintas negara ke Aachen, Amsterdam, dan Luksemburg, jejaring antarbangsa pun terjalin erat.

Hendro Kusumo Sricahyonoaji bersama rekan mahasiswa internasional dari berbagai negara saat membuat kolase foto untuk kenangan di Hasselt, Belgia. (Foto: Dok. Pribadi)

“Pengalaman ini sangat membuka mata. Ke depannya, saya bertekad mempersiapkan diri guna meraih beasiswa pendidikan di Eropa, seperti Erasmus,” ujar Hendro. Catatan perjalanan ini membuktikan bahwa kegagalan awal justru menjadi modal berharga untuk tumbuh, beradaptasi, dan bersaing di kancah global.

Para peserta program pertukaran SCOPE saat melakukan acara nasional makanan dan minuman sebagai bentuk pertukaran budaya dan mempererat jejaring persahabatan antarbangsa. (Foto: Dok. Pribadi)