Mahasiswa Universitas Airlangga Berkesempatan Clinical Attachment di Hospital Raja Permaisuri Bainun, Perak, Malaysia–Mendukung SDG 3,4, dan 17
Mahasiswa Universitas Airlangga Berkesempatan Clinical Attachment di Hospital Raja Permaisuri Bainun, Perak, Malaysia–Mendukung SDG 3,4, dan 17
Oleh: Ridha Shakila Wardah, Eric Bagus Satriawan

Enam mahasiswa kedokteran preklinik Universitas Airlangga 2023 berkesempatan untuk mengikuti program student outbound di Universiti Kuala Lumpur (UniKL) Royal College of Medicine Perak (RCMP) selama sebulan di Ipoh, Perak pada bulan Juli 2026. Salah satu rangkaian kegiatannya adalah clinical attachment bersama mahasiswa kedokteran UniKL tahun ketiga pada surgery posting di Hospital Raja Permaisuri Bainun (HRPB), Perak, Malaysia. Kegiatan ini berlangsung selama 2 minggu, dari tanggal 13–24 Juli 2026, yang terdiri dari bedside teaching, diskusi kasus, dan observasi pemeriksaan pada pasien.
Clinical attachment ini memberi paparan klinis kepada para mahasiswa kedokteran UNAIR yang masih pada tahap preklinik untuk melihat dan ikut berdiskusi kasus klinis mulai dari cara anamnesis pasien, cara melakukan pemeriksaan fisik yang relevan terhadap dugaan diagnosis, cara menentukan pemeriksaan penunjang apa saja yang diperlukan, hingga tatalaksana apa saja yang perlu diberikan pada pasien di masing-masing kasus yang sering dijumpai di bangsal dan klinik bedah HRPB. Kasus yang didiskusikan diantaranya kasus hemoroid, disfagia (susah menelan), cholangitis (peradangan saluran empedu), pneumothorax (kolapsnya paru-paru akibat terisi udara) yang dihasilkan oleh fraktur tulang iga akibat kecelakaan, gondok (pembesaran kelenjar tiroid di leher), dan banyak kasus lainnya. Mahasiswa pada kesempatan ini dapat berinteraksi dengan dokter spesialis, tenaga kesehatan, dan mahasiswa klinik tahun ketiga UniKL serta berdiskusi secara komprehensif mengenai alur berpikir hingga tindakan yang tepat pada pasien. Kegiatan ini memberikan paparan pada mahasiswa bagaimana alur berpikir seorang dokter yang menunjukkan kualitas pelayanan kesehatan dan promosi kesehatan di Malaysia, khususnya di Hospital Raja Permaisuri Bainun.

Pada sesi bedside teaching di surgery posting, para mahasiswa berkesempatan untuk dibimbing langsung oleh berbagai dokter spesialis bedah dari UniKL RCMP, yang berasal dari berbagai negara, diantaranya oleh Dr. Win Mar Aye dari Myanmar, AP Dr. Prakash dari India, AP Dr. Amir Sohail dari Pakistan, dan AP Dr. Aung San Phyo dari Myanmar. Para pengajar di UniKL sebagian besar berasal dari berbagai negara sehingga budaya dan ilmu yang diberikan menjadi sangat luas dan beragam yang diselingi oleh toleransi antar budaya yang sangat tinggi. Keberagaman ini mengajarkan para mahasiswa pentingnya toleransi yang baik untuk mewujudkan masyarakat yang satu dalam bingkai kemanusiaan.

Para mahasiswa juga berkesempatan untuk mengunjungi obat tradisional Malaysia berupa minyak gosok bernama Minyak Afiat yang telah ada sejak 1924. Produk ini sudah dianggap sebagai produk warisan Malaysia dan banyak digunakan oleh masyarakat Malaysia, bahkan Internasional. Obat tradisional ini terkenal dengan ramuan khas herbal Melayu yang meskipun merupakan resep tradisional namun sudah memenuhi standar Good Manufacturing Practice (GMP) dari Kementerian Kesehatan Malaysia. Para mahasiswa mempelajari sejarah dan melihat secara langsung proses pengemasan produk Minyak Afiat di Kuala Kangsar, Malaysia.


Kegiatan diakhiri dengan Student Debriefing Presentation yang memaparkan hasil dan evaluasi pembelajaran selama exchange yang dihadiri oleh Dekan dan Wakil Dekan Fakultas Kedokteran UniKL RCMP, para dokter pengajar bedside teaching, serta Dr. Norain dan tim selaku pihak dari International Affairs UniKL sekaligus supervisor mahasiswa Unair selama exchange di UniKL RCMP. Kegiatan ini mencakup diskusi mengenai perbedaan pelayanan kesehatan antara Indonesia dan Malaysia dan perbedaan sistem pendidikan antara Universitas Airlangga dan UniKL RCMP. Pertukaran ide dan pendapat yang didasari oleh rasa ingin tahu dari masing-masing pihak membentuk atmosfer yang meriah dan penuh dengan pengetahuan dan pengalaman baru bagi mahasiswa Unair.

Program student outbond ini memberikan pengetahuan dan pengalaman yang tak tergantikan bagi para mahasiswa Universitas Airlangga, baik dari segi klinis maupun kultur budaya di Malaysia. Program ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) 3 mengenai Kesehatan dan Kesejahteraan dan SDGs 4 mengenai pendidikan berkualitas. Program ini tidak hanya meningkatkan kompetensi klinis dan wawasan akademik mahasiswa, tetapi juga mempererat hubungan kerja sama dan pertukaran ilmu antara Universitas Airlangga dan Universiti Kuala Lumpur Royal College of Medicine Perak dalam bidang pendidikan kedokteran yang mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).
#SDG3 #GoodHealthandWellBeing #SDG4 #QualityEducation #SDG17 #PartnershipforTheGoals
