Kunjungan Mahasiswa BBK 8 Internasional UNAIR ke Mikimoto Pearl Island Dukung Pencapaian SDGs

Sebanyak 24 mahasiswa Belajar Bersama Komunitas (BBK) Internasional 8 Universitas Airlangga (UNAIR) melaksanakan rangkaian program pengabdian dan pembelajaran selama tiga belas hari di Prefektur Mie, Jepang. Berkolaborasi dengan Mie University, mahasiswa melakukan kunjungan edukatif ke Mikimoto Pearl Island pada Jumat, 17 Juli 2026, yang terletak di Kota Toba, Prefektur Mie. Toba dikenal sebagai kota pelabuhan yang memiliki kekayaan biota laut serta menjadi salah satu pusat budidaya mutiara paling terkenal di dunia. Kunjungan ini memberikan pengalaman langsung bagi mahasiswa untuk mempelajari sejarah, inovasi, dan praktik keberlanjutan dalam industri mutiara.

Rombongan disambut oleh Noboru Shibahara selaku Direktur Mikimoto Pearl Island yang sekaligus memandu tour ke Museum Pearl. Dalam sesi tersebut, mahasiswa diperkenalkan pada Kokichi Mikimoto, tokoh pelopor keberhasilan budidaya mutiara yang mengubah industri perhiasan dunia melalui inovasi pembudidayaan berkualitas tinggi. Mahasiswa juga memperoleh penjelasan mengenai proses terbentuknya mutiara, mulai dari pemilihan tiram hingga tahap panen.

“Dari ribuan spesies tiram, hanya sekitar enam jenis yang dapat menghasilkan mutiara,” ujar Noboru Shibahara. Setiap mutiara memiliki karakteristik berbeda, baik dari ukuran maupun warnanya.”

Indonesia dikenal mampu menghasilkan mutiara berukuran lebih besar, sedangkan Jepang umumnya menghasilkan mutiara dengan ukuran lebih kecil namun memiliki kilau yang khas. Variasi warna mutiara, seperti putih, merah muda, hingga keemasan, merupakan warna alami yang dipengaruhi oleh kandungan protein dan kalsium pada lapisan nacre yang membentuk mutiara.

Mahasiswa juga menyaksikan tradisi penyelam perempuan atau ama diver, yang telah menjadi bagian penting dari budaya pesisir Jepang selama ratusan tahun. Mayoritas penyelam tradisional di wilayah Toba adalah perempuan yang dikenal memiliki keterampilan menyelam tanpa alat bantu pernapasan untuk mengambil hasil laut secara hati-hati. Tradisi ini mencerminkan hubungan harmonis antara manusia dan laut yang terus dijaga hingga kini.

Mikimoto Pearl Island juga menunjukkan komitmennya terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 12 (Responsible Consumption and Production) dan SDG 14 (Life Below Water). Dukungan terhadap SDG tersebut diwujudkan melalui praktik budidaya mutiara yang mengedepankan pemanfaatan sumber daya secara bertanggung jawab dan efisien sebagai bagian dari upaya menjaga ekosistem laut. Kegiatan ini juga mencerminkan implementasi SDG 17: Partnerships for the Goals, yang menekankan pentingnya kemitraan lintas sektor dalam menambah wawasan baru bagi mahasiswa mengenai pentingnya inovasi laut yang berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan.

Penulis: Vanessa Charlize Njotoprajitno (111231265) dan Raisya Isnindira Novery (111231115)