Bintang Malam

Bintang Malam

Berjalan dalam pekat malam

Diiringi Bintang dan Bulan

Meski Jalannya tak tertatih

Dan kepalanya tak lagi menunduk

Seolah-olah bebannya tlah berkurang

Bintang berekor jatuh di dekatnya

Ucapan dari mulutnya terdengar oleh bulan

Sambil mengimajinasikan dunia khayalannya

Melepas Realitas dunia sejenak

Mungkin sang waktu belum memihakknya

Tiada Mawar yang mekar ditanam kemarin sore

Ia kembali Menunggu Pagi sekali lagi

Dengan hati yang lebih luas

Dan pikiran yang lebih tajam

Untuk sang pujaan hatinya

Bunga mawar yang ia tanam tadi