Sumber: Pinterest
Oleh: ael
Mimpi menjulang, lelah tak tertahan
Segala peluh kau binasakan
Segala pelik tercipta tuk dilawan
Wujudkan angan
Penuhi harapan
Apakah tetap sama
Ataukah ada yang berbeda
Di sini, agahku aksa mengembala
Bayangkan masa depan yang anindita
Nabastala pancarkan layar kisahku
Arkian netra rintikkan sendu
Gemintang gamang lekat dalam kalbu
Memandang ke balik tirai rucira padu
Sudahkah kau dapatkan,
masa depan yang kau dambakan?
Sudahkah kau rasakan,
skenario yang selalu kau impikan?
Kini,
penuh harap kau sungguh ugemi pada Sang Ilahi
Sembari ucap syukur pada patah tumbuh hidup abadi
Hingga kelak,
semoga tak ‘kan pernah lepas
Dari dirimu yang ‘kan lebih bebas
Semesta naungi insan nan rapuh
Yang tuangkan segala lara peluh
Belajar terima diri dengan utuh
Buat raga ini nan penuh teguh
Dari arunika hingga swasmita
Berdiri di bentala nan tak amerta
Lewati segala putih kelabu hidup
Memberi lentera dalam redup
Dengan hantaman sanubari
Tuk capai relung angan terkini
Semoga bahagia hingga bumantara inti
Hingga nantinya
Kau kusapa
Oh, wahai diri
Yang t’lah dewasa
Kuharap kau tetap baik saja
Membukukan kisahmu yang hebat
Namun jangan lupa tuk rehat
Jika hantaman terasa penat
Terima kasih wahai sang pejuang
Harsa berusang t’lah kau lewati
Tolong terus bertahan
Walau badai bak genosida terus menerjang

Leave a Reply