Resensi Film “Sore: Istri dari Masa Depan”

Resensi Film “Sore: Istri dari Masa Depan”

Sumber: Unsplash

Oleh: Salsabila Alya Ramadhani

Detail Film

Judul: Sore: Istri dari Masa Depan

Sutradara dan Penulis Skenario: Yandy Laurens

Produser: Suryana Paramita, Ernest Prakasa, Mira Lesmana

Pemeran Utama: Dion Wiyoko, Sheila Dara Aisha

Genre: Drama, Romantis, Fiksi Ilmiah

Durasi: 119 Menit

Tanggal Rilis: 10 Juli 2025

Film “Sore: Istri dari Masa Depan” adalah adaptasi layar lebar dari serial web populer yang disutradarai oleh Yandy Laurens. Film ini berbeda dari kisah romantis konvensional. Perbedaan  itu adalah menggunakan ide-ide dari penelitian ilmiah sebagai lensa untuk mengeksplorasi cinta abadi dan perjuangan individu di tengah keterbatasan waktu. Seorang pria Indonesia yang tinggal di Kroasia bernama Jonathan atau Jo (Dion Wiyoko) adalah sentral cerita. Ketika Sore (Sheila Dara Aisha) tiba-tiba muncul dan mengklaim sebagai istrinya dari masa depan, hidupnya menjadi kacau. Misi Sore bukanlah untuk mengingat masa lalu, tetapi untuk mengubah kebiasaan buruk Jo yang pada akhirnya akan menyebabkan kematiannya pada usia muda.

Film ini dengan cerdas menghindari konvensi fiksi ilmiah dan berfokus pada penderitaan emosional yang dialami Sore. Setiap kali ia gagal mengubah Jo, ia berulang kali “kembali ke titik awal”, sebuah pengulangan yang menyakitkan. Hal ini membuat film ini tidak hanya romantis, tetapi juga memiliki elemen “horor” yaitu ketakutan dan pengorbanan yang tak terbatas. Seperti yang dicatat dalam sebuah ulasan, karakter Sore terasa “seperti sosok yang terjebak dalam waktu demi pasangannya” (Intan, Kenia, 2025). Kekuatan utama film ini terletak pada akting solid dari Dion Wiyoko dan Sheila Dara Aisha yang mampu menyampaikan konflik batin yang dalam serta sinematografi yang indah dengan latar Kroasia yang melankolis. Lagu-lagu Barasuara dan musik lain yang dikurasi khusus sangat kuat untuk menggambarkan perasaan.

Salah satu pesan filosofis yang ditekankan adalah bahwa dorongan terdalam yang berasal dari cinta, bukan rasa takut atau tekanan itu semua merupakan sumber perubahan yang sebenarnya. “Orang berubah bukan karena takut, tetapi karena dicintai” adalah premis utama film ini (Septyani, Sarah Dwi, 2025). “Sore: Istri dari Masa Depan” adalah drama yang rumit dan mendalam yang harus ditonton. Ini menantang penonton untuk menghargai konsekuensi dari setiap keputusan yang dibuat dalam hidup mereka, yang membuatnya menjadi pengalaman yang harus dilihat.

Daftar Pustaka:

  1. Intan, Kenia. (2025). Film Sore Istri dari Masa Depan Itu Horor, Bukan Drama Romantis. Mojok.co, diakses pada 19 Oktober 2025, dari https://mojok.co/pojokan/film-sore-istri-dari-masa-depan-itu-horor-bukan-drama-romantis/.
  2. Septyani, S.D. (2025). Review: SORE, Istri dari Masa Depan. Medium, diakses pada 19 Oktober 2025, dari https://medium.com/@septyani.sarahdwis/review-sore-istri-dari-masa-depan-afbecbd58fc8.

Leave a Reply

Your email address will not be published.