OxyFresh Sebagai Wujud Nyata Peran Dokter dalam Meningkatkan Kesehatan dan Pembangunana Ekonomi di Wilayah Terpencil
Oleh: Hendrikus Fendi Bere
Pendahuluan
Latar Belakang
Indonesia merupakan salah satu negara berkembang yang terletak di kawasan Asia Tenggara. Sebagai negara berkembang, Indonesia menghadapi tantangan di berbagai lini kehidupan, salah satunya dalam bidang kesehatan. Masalah kesehatan di Indonesia tidak hanya berkaitan dengan penyakit, tetapi juga dengan ketersediaan fasilitas, tenaga medis, ketersediaan obat, dan pemerataan layanan medis di seluruh wilayah (1). Banyak wilayah perifer di Indonesia belum mendapat fasilitas dan layanan kesehatan yang memadai. Selain itu, kondisi geografis dan keterbatasan sarana transporatsi di wilayah-wilayah tersebut juga memperburuk ketimpangan pelayanan kesehatan (1).
Salah satu masalah kesehatan yang banyak dihadapi masyarakat Indonesia adalah penyakit respirasi. Penyakit respirasi seperti penyakit paru obstruktif kronik, kanker paru, pneumonia, dan asma menempati 10 besar penyakit dengan jumlah kasus tertinggi di Indonesia (2). Penyakit-penyakit ini turut disebabkan oleh polusi udara dan membutuhkan terapi oksigen sebagai bagian penting dari penanganan medis. Namun di daerah perkotaan akses terhadap udara bersih semakin berkurang, sehingga potensi penduduk terkena penyakit-penyakit tersebut akan semakin besar. Sedangkan pada wilayah terpencil, akses terhadap oksigen medis masih sangat terbatas, sehingga pasien darurat yang membutuhkan oksigen segera sering kali tidak mendapatkan penanganan optimal. Selain itu, kebutuhan oksigen darurat saat aktivitas seperti pendakian atau olahraga sering terlambat terpenuhi karena ketersediaannya terbatas di fasilitas kesehatan.
Selain masalah kesehatan, pembangunan ekonomi di Indonesia juga masih belum merata (3). Banyak daerah terpencil masih menghadapi berbagai kendala, mulai dari minimnya infrastruktur, fasilitas pendidikan yang tidak memadai, hingga kesempatan kerja yang terbatas. Ketimpangan ekonomi ini berdampak pada rendahnya kualitas hidup masyarakat di daerah-daerah tersebut (3). Di sisi lain, daerah terpencil sebenarnya memiliki potensi sumber daya alam yang besar (3) dan udara yang relatif lebih bersih (4) dibandingkan wilayah perkotaan. Potensi ini apabila dikelola dengan baik, dapat menjadi peluang untuk menciptakan inovasi untuk memperkuat perekonomian lokal.
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, salah satu inovasi yang ditawarkan dalam esai ini adalah melalui pengembangan OxyFresh. OxyFresh memiliki fungsi ganda, yaitu berfungsi dalam bidang kesehatan dan sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat di wilayah terpencil. Dalam pengembangan OxyFresh, dokter akan memainkan peranan yang sangat krusial dan strategis. Melalui ilmu pengetahuan dan kepemimpinan sosialnya, dokter dapat menginisiasi, memimpin, melatih, dan mengawasi proses produksi OxyFresh.
Rumusan Masalah
1. Bagaimana peran dokter dalam mengembangkan OxyFresh?
2. Bagimana kebutuhan oksigen segar di indonesia dan ketimpangan ekonomi di wilayah terpencil?
3. Bagaimana kontribusi OxyFresh dalam mengatasi masalah kebutuhan oksigen segar di Indonesia dan ketimpangan ekonomi di wilayah terpencil?
Pembahasan
Masalah Kebutuhan Oksigen Segar di Indonesia dan Ketimpangan Pembangunan Ekonomi di Wilayah Terpencil
Terdapat 2 masalah utama yang disoroti dalam penulisan esai ini, yaitu masalah kesehatan yang berkaitan dengan kebutuhan oksigen dan ketimpangan pembangunan ekonomi di wilayah terpencil. Masalah kesehatan yang dimaksud adalah tingginya kasus penyakit respirasi akibat polusi udara (2), keterbatasan tabung oksigen di wilayah terpencil, serta belum meluasnya pemasaran oksigen dalam kemasan praktis. Tingginya kasus penyakit respirasi meningkatkan beban pembiayaan BPJS secara signifikan (2). Di sisi lain, kekurangan tabung oksigen di wilayah terpencil menghambat penanganan kondisi darurat yang memerlukan oksigen segera. Sementara itu, tidak tersedianya oksigen dalam kemasan praktis membuat kebutuhan oksigen mendesak, seperti pada kasus acute mountain sickness saat pendakian, sinkop, hipoksia saat olahraga atau berada di daerah yang kurang oksigen, maupun untuk keperluan relaksasi, dan rehabilitasi penyakit respirasi, sering kali tidak dapat terpenuhi. Sedangkan untuk masalah ketimpangan pembangunan ekonomi pada daerah terpencil, terlihat jelas pada minimnya infrastruktur, kesempatan kerja, pendidikan, dan layanan kesehatan (3).
OxyFresh Sebagai Solusi Cerdas Mengatasi Masalah Kebutuhan Oksigen Segar dan Ketimpangan Ekonomi di Wilayah Terpencil
Gambaran Umum OxyFresh
OxyFresh merupakan inovasi kewirausahaan lokal berbasis kesehatan yang dikembangkan untuk menjawab dua tantangan utama di Indonesia, yaitu keterbatasan akses oksigen segar di Indoensia dan ketimpangan ekonomi masyarakat di daerah terpencil. OxyFresh diproduksi secara lokal menggunakan teknologi pemurnian udara yang efisien dan ramah lingkungan. OxyFresh dikemas dalam dua bentuk, yakni tabung oksigen untuk kebutuhan fasilitas kesehatan, serta oksigen dalam kemasan praktis layaknya air mineral yang dapat dibawa kemana-mana dan digunkan sesuai keperluan.
Proses Produksi OxyFresh
Indonesia merupakan negara zambrud khatulistiwa, sehingga banyak tanaman yang tumbuh subur di negara ini (5). Indonesia menjadi salah satu negara penghasil oksigen terbesar di dunia dan dijuluki sebagai paru-paru dunia (6). Meskipun tidak dapat dipungkiri setiap tahunnya terus terjadi deforestasi (6) dan semakin berkurangnnya akses udara bersih di perkotaan. Namun banyak daerah terpencil di Indonesia masih menyimpan kekayaan itu karena banyak pepohonan yang terlestari di daerah tersebut. Daerah terpencil yang dikelilingi hutan dan pegunungan, serta memiliki kualitas udara yang masih bersih dan kaya oksigen akan dijadikan tempat produksi OxyFresh. OxyFresh akan diproduksi menggunakan sistem pembangkit oksigen Pressure Swing Adsorption (PSA) yang bekerja berdasarkan prinsip adsorpsi bertekanan untuk memisahkan oksigen dari udara (8).
Mekanisme kerja sistem Pressure Swing Adsorption (PSA) berlangsung secara bertahap dan sistematis. Udara dari lingkungan pertama-tama masuk melalui air filter yang berfungsi menyaring debu, partikel, dan polutan agar udara yang masuk ke sistem benar-benar bersih. Setelah itu, udara bersih dialirkan ke air compressor yang berfungsi menekan udara hingga mencapai tekanan tertentu sebelum diarahkan ke molecular sieve bed. Sistem ini memiliki dua tabung penyaring, yaitu molecular sieve bed A dan molecular sieve bed B, yang bekerja secara bergantian. Dalam tabung penyaring ini terdapat material zeolit yang mampu mengadsorpsi nitrogen dari udara, sementara oksigen tetap lolos dan dikumpulkan sebagai gas kaya oksigen. Gas oksigen hasil pemisahan ini kemudian dialirkan menuju gas canister (tangki penyimpanan) sebelum diteruskan ke oxygen line untuk digunakan atau dikemas. Ketika salah satu tabung penyaring telah jenuh oleh nitrogen, suplai udara dialihkan ke tabung lainnya, sedangkan tabung pertama menjalani proses desorpsi untuk melepaskan nitrogen ke udara bebas. Pergantian proses adsorpsi dan desorpsi yang berlangsung terus-menerus ini memungkinkan sistem PSA menghasilkan aliran oksigen murni yang stabil, efisien, dan terus-menerus (8).
Manfaat dan Kontribusi OxyFresh dalam Meningkatkan Kesehatan dan Pembangunan Ekonomi Wilayah Terpencil
Secara umum produksi OxyFresh dapat berkontribusi dalam mengatasi masalah yang disoroti dalam esai ini. OxyFresh memiliki fungsi ganda, yakni fungsi kesehatan dan fungsi ekonomi. Fungsi kesehatan dari OxyFresh adalah sebagai solusi untuk mengatasi masalah kekurang oksigen medis di wilayah terpencil, terapi rehabilitasi dan pencegahan penyakit respirasi akibat polusi udara, dan terapi relaksasi. Selain itu, OxyFresh juga dapat menjadi solusi praktis pada berbagai kondisi darurat medis di luar fasilitas kesehatan yang memerlukan oksigen segera.
Dari sisi ekonomi, OxyFresh memiliki potensi besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat daerah terpencil karena memanfaatkan sumber daya lokal menjadi produk bernilai jual tinggi. Proses produksinya yang melibatkan komunitas masyarakat desa dapat membuka lapangan pekerjaan baru, meningkatkan pendapatan lokal, dan meningkatkan pemberdayaan masyarakat. Selain itu, OxyFresh mendorong kemandirian ekonomi lokal dengan menciptakan rantai usaha berbasis sumber daya alam yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Peran Dokter dalam Pengembangan OxyFresh
Dokter memegang peran strategis sebagai penggagas dan penggerak inovasi dalam pengembangan oxyFresh di wilayah terpencil. Sebagai tenaga medis yang memiliki pengetahuan ilmiah dan keahlian klinis, dokter dapat menginisiasi proyek produksi OxyFresh dengan menilai kebutuhan kesehatan masyarakat lokal serta menentukan standar kualitas oksigen yang aman. Selain itu, dokter juga berfungsi sebagai pengawas dalam proses pemurnian oksigen, pengujian laboratorium, dan evaluasi kualitas produk, termasuk kadar oksigen, kebersihan, dan kemurnian oksigen yang dihasilkan. Peran ini memastikan bahwa OxyFresh dijamin aman digunakan oleh pasien maupun masyarakat umum.
Dokter juga berperan sebagai pendamping masyarakat lokal, memberikan pelatihan dan edukasi tentang prosedur keamanan dan penggunaan produk oksigen dengan benar. Lebih jauh, dokter berfungsi sebagai jembatan antara keilmuan dan aplikasi nyata, menjembatani inovasi teknis dengan kebutuhan klinis, sehingga produk oksigen tidak hanya menjadi alat kesehatan, tetapi juga sarana pemberdayaan ekonomi dan pembangunan berkelanjutan di wilayah terpencil.
Penutup
Kesimpulan
OxyFresh menjadi bukti nyata peran dokter dalam mengatasi masalah kebutuhan oksigen segar di Indonesia dan ketimpangan ekonomi di wilayah terpencil. Untuk mengembangkan oxyfresh, diperlukan kolaborasi dokter dengan pemerintah, insinyur, dan masyarakat lokal.
Saran
Adapun saran dari penulisan esai ini adalah :
- Bagi pemerintah : Memfasilitasi masyarakat untuk memproduksi OxyFresh.
- Bagi Dokter : Mengambil peran seperti yang disebutkan dalam esai.
- Bagi insinyur : Memastikan mesin produksi OxyFresh ramah lingkungan.
- Bagi masyarakat : Mengikuti pelatihan dengan disiplin dan tetap menjaga alam
Daftar Pustaka:
[1] Andreina Z. Gratis tapi Sulit: Dilema Layanan Kesehatan BPJS di Daerah 3T
(Tertinggal, Terdepan, dan Terluar). ResearchGate. 2025 : 2 dan 5.
[2] Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Polusi Udara sebabkan Angka Penyakit
Respirasi Tinggi [Internet]. Jakarta Selatan : kemenkes; 2025 [diktutip 05
Oktober 2025]. Tersedia dari: https://kemkes.go.id/id/polusi-udara-sebabkanangka-penyakit-respirasi-tinggi
[3] Sireger A, Lubis N, Isfa F, Muzayyana. Pentingnya Pemerataan Pembangunan
Ekonomi dalam Meningkatkan Kesejahtaraan Masyarakat Indonesia.
Cemerlang : Jurnal Manajemen dan Ekonomi Bisnis. 2025; 5(1): 51-53.
[4] Ibrahim Z, Boekoesoe L, Lalu N. Identifikasi Kualitas Udara Ambien Disekitar
Wilayah Kota Gorontalo. Public Health and Surveilance Review. 2022;1(1):
25.
[5] Sraswati R, Setyaningsih E. Potensi Tanaman Belimbing Wuluh (Averrhoa Bilimbi)
Terhadap Beberapa Penyakit Pada Sistem Cardiovascular. Seminar Nasional
Pendidikan Biologi dan Saintek III. 2018: 155.
[6] Anggraini T, Ihsan K, Massae C A, Derick. Pemanfaatan Teknologi Penginderaan
Jauh untuk Analisis Pengaruh Deforestasi Terhadap Perubahan Iklim di
Indonesia Tahun 2019. Jurnal Paradigma: Jurnal Multidisipliner Mahasiswa
Pascasarjana Indonesia. 2021; 2(2): 29-30.
[7] Jiang D, Huang F. Influence Factors of Pressure Swing Adsorption for Oxygen
Production by the Orthogonal Method and the Response Surface Method.
Processes. 2024; 12(1306): 3-4.
