KKN-BBK Penyetaraan : Update Hipertensi di Indonesia dan Potensi Terapi Tingkat Gen pada Pasien Hipertensi

KKN-BBK Penyetaraan : Update Hipertensi di Indonesia dan Potensi Terapi Tingkat Gen pada Pasien Hipertensi

Oleh: Jayden Wonokusuma

Hipertensi atau yang dikenal dengan tekanan darah tinggi merupakan kondisi ketika tekanan darah sistolik melebihi 130 mmHg atau diastolik melebihi 80 mmHg (American Heart Association, 2025), sedangkan di Indonesia didefinisikan sebagai tekanan darah ≥140/90 mmHg menurut Perhimpunan Dokter Hipertensi Indonesia (2015). Penyakit ini memiliki prevalensi global yang tinggi dengan sekitar 1,4 miliar orang dewasa terdampak dan hanya sebagian kecil yang terkontrol (WHO, 2025), serta tetap menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia meskipun terjadi penurunan prevalensi (Sari et al., 2025; Mills et al., 2020). Oleh karena itu, pengendalian hipertensi memiliki peran penting dalam mendukung Sustainable Development Goals, khususnya SDGs 1, 3, 4, 8, dan 11 (Mukorrobah, 2025).

Saat ini, hipertensi tidak hanya menjadi masalah pada kelompok usia lanjut, tetapi juga mulai banyak ditemukan pada usia produktif akibat perubahan gaya hidup modern, seperti pola makan tinggi garam, kurang aktivitas fisik, dan stres kronis. Tantangan utama dalam penatalaksanaan hipertensi meliputi rendahnya tingkat kesadaran, keterlambatan diagnosis, serta kepatuhan pengobatan yang rendah, terutama pada pasien dengan hipertensi resisten yang memerlukan banyak obat. Oleh karena itu, diperlukan inovasi terapi yang lebih efektif, spesifik, dan berkelanjutan, salah satunya melalui pendekatan terapi berbasis gen.

Dalam konteks ini, penelitian berbasis in silico dilakukan untuk mengembangkan kandidat terapi menggunakan small interfering RNA (siRNA) yang menargetkan gen angiotensinogen (AGT). Mekanisme kerja siRNA4 yang diidentifikasi dalam penelitian ini adalah dengan mengikat mRNA AGT secara spesifik, kemudian memicu proses RNA interference yang dimediasi oleh kompleks protein Argonaute-2 (Ago2). Ikatan ini menyebabkan degradasi mRNA AGT sehingga produksi protein angiotensinogen di hati menurun. Penurunan angiotensinogen akan menghambat keseluruhan jalur sistem renin-angiotensin-aldosteron (RAAS), termasuk pembentukan angiotensin II yang berperan dalam vasokonstriksi dan retensi natrium. Dengan demikian, siRNA4 berpotensi menurunkan tekanan darah melalui mekanisme upstream yang lebih menyeluruh dibandingkan terapi konvensional yang umumnya bekerja pada reseptor atau enzim tertentu dalam jalur tersebut.

Gambar 1. Hasil Penelitian Pengambilan Data Gen

Sejalan dengan kegiatan tersebut, 20th Meeting InaSH 2026 yang diselenggarakan oleh Indonesian Society of Hypertension menjadi forum ilmiah strategis untuk memperkuat kolaborasi multidisipliner dan diseminasi ilmu pengetahuan. Puncak kegiatan dilaksanakan pada tanggal 13–15 Februari 2026 di Sheraton Grand Jakarta Gandaria City Hotel, di mana penulis tidak hanya mengikuti sesi pleno, simposium, workshop, dan debat ilmiah, tetapi juga memperoleh pembelajaran komprehensif mengenai perkembangan terbaru hipertensi, mulai dari patofisiologi hingga inovasi terapi berbasis gen. Selain itu, penulis berkesempatan untuk mempresentasikan hasil penelitian dalam bentuk moderated poster, menyampaikan temuan mengenai siRNA4 secara langsung, serta mendapatkan masukan ilmiah dari para ahli. Kegiatan ini kemudian dilanjutkan dengan penyusunan laporan, diseminasi kepada masyarakat, serta pembuatan video luaran sebagai bentuk implementasi hasil penelitian.

Gambar 2. Presentasi Poster sebagai Speaker oleh Mahasiswa KKN

Gambar 3. Poster Kelompok untuk Presentasi sebagai Speaker

Gambar 4. Kegiatan Simposium di InaSH 20th Scientific Meeting

Gambar 5. Profil Anggota Kelompok, Jayden Wonokusuma (2023), Timotius Imanuel Santosa (2023), Hendro Kusumo Sricahyonoaji (2023), dan Jason Oktavian Hartanto (2023) (urut dari kiri ke kanan gambar)

Gambar 6. Kegiatan Diseminasi kepada Salah Satu Target Diseminasi Mengenai Hipertensi dan Penelitian In Silico.

Dengan demikian, integrasi antara penelitian in silico, pemahaman mekanisme terapi gen seperti siRNA4, serta partisipasi aktif dalam forum ilmiah InaSH tidak hanya berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga mendukung inovasi terapi hipertensi dan pencapaian SDGs secara berkelanjutan.

Sumber:

Arieska Ann Soenarta, Erwinanto, A Sari S Mumpuni, Rossana Barack, Antonia Anna Lukito, Nani Hersunarti, Antonia Anna Lukito, & Rarsari Soerarso Pr. (2015). Pedoman Tatalaksana Hipertensi Pada Penyakit Kardiovaskular. https://www.inaheart.org/wp-content/uploads/2025/10/Pedoman-Tatalaksana-Hipertensi-Pada-Penyakit-Kardiovaskular.pdf

Balu, P., & Venkatesha, R. (2024). Hypertension: An Overview of Risk Factors, Pathophysiology, Diagnosis, and Management. www.ijnrd.org

Hypertension. (n.d.). Retrieved February 16, 2026, from https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/hypertension

Johnson, H. M., Shimbo, D., Abdalla, M., Altieri, M. M., Bress, A. P., Carter, J., Commodore-Mensah, Y., Egan, B., Melnyk, B. M., Ogunniyi, M. O., Schott, S. L., Watson, K. E., Williamson, J. D., Jones, D. W., Ferdinand, K. C., Taler, S. J., Bansal, N., Bello, N. A., Cohen, J. B., … Whelton, P. K. (2025). 2025 AHA/ACC/AANP/AAPA/ABC/ACCP/ACPM/AGS/AMA/ASPC/NMA/PCNA/SGIM Guideline for the Prevention, Detection, Evaluation and Management of High Blood Pressure in Adults: A Report of the American College of Cardiology/American Heart Association Joint Committee. Hypertension (Dallas, Tex. : 1979), 82(10), e212–e316. https://doi.org/10.1161/HYP.0000000000000249

Mills, K. T., Stefanescu, A., & He, J. (2020). The global epidemiology of hypertension. Nature Reviews Nephrology, 16(4), 223. https://doi.org/10.1038/s41581-019-0244-2

Mukorrobah, N. K. (2025, January 6). Kenali 17 Tujuan SDGs dan Penjelasannya – Universitas Airlangga Official Website. https://unair.ac.id/kenali-17-tujuan-sdgs-dan-penjelasannya/

Sari, M., Wahyuni, C. U., & Rahayu, T. P. (2025). Analisis Masalah Kesehatan Pada Program Hipetensi di Dinas Kesehatan Kota Kediri Tahun 2024. Jurnal Epidemiologi Kesehatan Komunitas, 10(2), 10–18. https://doi.org/10.14710/jekk.v10i2.24478