KKN-BBK PENYETARAAN PERKUAT IBU KADER POSYANDU UNTUK LAWAN STUNTING – MENDUKUNG SDG 3 DAN 4

KKN-BBK PENYETARAAN PERKUAT IBU KADER POSYANDU UNTUK LAWAN STUNTING – MENDUKUNG SDG 3 DAN 4

White Coat Without Border: Pemberdayaan Kader Posyandu Melalui Pelatihan Pengukuran dan Interpretasi Antropometri Bayi dan Balita dalam Rangka Deteksi Dini Stunting di Puskesmas Rangkah, Kecamatan Tambaksari, Surabaya, Indonesia.

Oleh: Cendra Ratusunset, Karyn Stephanie, Sharlin Delaya Magang

Mahasiswa FK UNAIR menyadari bahwa dalam mempersiapkan Indonesia Emas 2045 ada satu hal yang tidak boleh terlewat adalah mempersiapkan sumber daya manusia. Generasi muda yang pintar, berani, dan sehat adalah hal yang kita semua harapkan. Kabar buruknya ada satu musuh Indonesia yang berusaha merenggut masa depan tanah air, yaitu stunting.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengatakan bahwa stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan yang ditandai dengan tinggi bada anak lebih pendek dari rata-rata usianya akibat asupan gizi yang kurang mulai dari masa kehamilan ataupun saat masa pertumbuhan anak-anak. Pada buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) yang dibagikan secara gratis kepada seluruh ibu hamil di Indonesia, mencantumkan penilaian status gizi dan pertumbuhan anak dengan melihat dari kurva oleh WHO.

Gambar kurva status gizi oleh WHO untuk bayi perempuan

Sumber IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia)

Dampak stunting tidak hanya pendek, anak juga rentan sakit atau terkena infeksi, mengalami penurunan perkembangan otak dan fungsi kognitif yang berujung pada penurunan produktivitas dan kecerdasan anak di masa depan. Stunting bisa dicegah dengan pemberian gizi yang cukup. Oleh karena itu, kita sadar betapa pentingnya peran Ibu kader yang mampu turun dan dekat di tengah masyarakat untuk membantu, memberikan informasi gizi yang benar, dan melaporkan lebih dini jika ada yang terindikasi stunting agar cepat ditindak.

White Coat Without Border dirancang untuk menambah pengetahuan Ibu kader Puskesmas Rangkah, Kecamatan Tambaksari, Kota Surabaya terkait stunting, cara membaca kurva pada buku KIA dengan benar, dan bagaimana cara mengukur panjang atau tinggi badan serta menimbang berat badan bayi dan anak. Kegiatan ini sejalan dengan program Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-Being) melalui peningkatan kesehatan ibu dan anak, serta SDG 4 (Quality Education) melalui penguatan edukasi dan peningkatan kapasitas kader posyandu dan ibu dalam pemantauan pertumbuhan anak. Kegiatan ini dilakukan dengan pengawasan dosen pembimbing kami yaitu Dr. Reny I’tishom dan diikuti oleh mahasiswa dari Universiti Kuala Lumpur dan Universiti Sultan Zainal Abidin.

White Coat Without Border berhasil mengumpulkan 30 ibu kader posyandu Kecamatan Rangkah pada tanggal 8 November 2025 di Puskesmas Rangkah. Pemateri mulai menjelaskan mengenai stunting dan bahayanya. Setelah sesi materi, dilanjutkan dengan workshop hands-on. Alat pengukuran bayi, seperti infantometer dan penimbang bayi dibawa, untuk memberikan pengetahuan secara langsung kepada peserta.

Gambar pembicara memberikan materi pengukuran bayi

Sesi berlangsung secara dinamis, kesempatan diberikan kepada peserta yang ingin mencoba. Kegiatan ditutup dengan pemeriksaan kesehatan gratis. Pengukuran tekanan darah, pemeriksaan kadar gula acak, pengukuran berat badan dan tinggi badan, BMI, dan kolesterol.

Gambar pemeriksaan kesehatan gratis

Analisa pada hasil test, peningkatan rata-rata nilai dari pre-test dan post-test sebesar 77,6% menjadi 89,4% dengan peningkatan sebesar 15,2% membuktikan bahwa intervensi yang dilakukan berhasil meningkatkan pengetahuan ibu kader posyandu sesuai dengan tujuan. Peserta juga kita beri booklet mengenai stunting yang bisa mereka pelajari dan bagikan kepada masyarakat. Ibu Maya, salah satu ibu kader mengatakan, “Saya berharap agar ibu-ibu kader posyandu dapat terus menjadi superhero yang akan membantu tanah air mencapai Indonesia Emas 2045 dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan terus mendapatkan pelatihan seperti ini untuk tingkatkan pengetahuan”. Ucapan terima kasih dihaturkan kepada seluruh pelaksana, panitia, dan peserta. Tentu saja kepada Puskesmas Rangkah yang dengan tangan terbuka menerima kehadiran White Coat Without Border.

Berita ini mendukung SDG 3: Good Health and Well-Being dan SDG 4: Quality Education

#SDG3 # GoodHealthandWellBeing #SDG4 #QualityEducation #SDGsUNAIR