Dimajukannya Jadwal Kegiatan Elektif Tiba-Tiba: Keputusan Mendidik Yang Mendadak?
Dimajukannya Jadwal Kegiatan Elektif Tiba-Tiba: Keputusan Mendidik Yang Mendadak?
Oleh : Aya Nadira
Dinamika jadwal perkuliahan dalam FK UNAIR memang tidak pernah benar-benar statis, selalu ada perubahan yang dibuat dengan tujuan meningkatkan kualitas akademik. Perubahan kecil dilakukan setiap tahunnya, entah itu sekadar mengganti tanggal ujian, jadwal blok, atau penyesuaian kurikulum lainnya.
Salah satu perubahan yang paling disorot dalam kalangan FK UNAIR, terutama angkatan 2023, saat ini adalah diubahnya jadwal elective dari bulan November menjadi September. Pemajuan jadwal dua bulan lebih awal ini pertama didengar pada bulan Februari, berawal dari hanya desas-desus yang kemudian terkonfirmasi secara langsung.
Apa itu program elective? Elective adalah periode mahasiswa bisa belajar diluar kurikulum kampus, biasanya dilakukan di institusi atau rumah sakit lain, baik di dalam maupun luar negeri.
Walaupun beda dua bulan ini terlihat sepele, jika dibandingkan dengan jadwal tahun sebelumnya, perbedaannya cukup signifikan. Sejak dua semester sebelumnya, banyak mahasiswa yang sudah mengantisipasi datangnya elective di bulan November. Namun, perubahan tersebut mengakibatkan banyak mahasiswa yang sudah mendaftar berakhir harus melepas kesempatan tersebut dan memulai kembali dari nol.
Waktu persiapan mahasiswa juga berkurang signifikan. Banyak universitas luar negeri menutup aplikasi elektif 6 bulan sebelum periode elective yang diinginkan. Dengan asumsi kegiatan dimulai bulan September, maka batas aman pendaftaran adalah sekitar bulan Maret. Namun, perubahan ini baru disampaikan pada Februari sehingga mahasiswa disisakan waktu satu bulan untuk mempersiapkan semuanya.
Namun, ada sisi lain yang patut kita pertimbangkan. Secara akademik, memajukan jadwal kegiatan elective memiliki potensi keuntungan. September masih tergolong awal pada periode kegiatan akademik 2026/2027 sehingga diharapkan mahasiswa masih memiliki learning momentum yang tinggi dan diharapkan ketika kembali, learning momentum tersebut masih ada pada peak-nya.
Selain itu, majunya jadwal elective menyebabkan ditundanya jadwal tes Comprehensive Clinical Skill (CCS). Terdapat harapan bahwa mahasiswa memiliki waktu persiapan yang lebih matang dan tidak hanya berfokus dalam mengejar materi tetapi juga memahami konsep dan mengasah keterampilan klinis mereka dengan lebih komprehensif.
Dalam menghadapi perubahan ini, pihak kampus juga sudah mempersiapkan hal ini dengan matang, dapat dilihat dari bagaimana mereka dengan sigap membantu persiapan mahasiswa untuk elective, mulai dari pencarian program dan pengurusan dokumen-dokumen yang dibutuhkan.
Pada akhirnya, keputusan ini membuka ruang diskusi yang cukup menarik. Pasti ada beberapa pihak yang merasa bahwa perubahan mendadak ini memberikan tambahan tekanan akademik. Namun, dengan perubahan secara tiba-tiba ini, kita juga bisa belajar lebih fleksibel dalam mengatur jadwal dan bergerak gesit dalam keadaan baru.
