Abu-abu

Abu-abu

Sumber: Unsplash

Oleh: Nala

Mungkin, hidup tidak pernah mengenal hitam dan putih sempurna, sepenuhnya.

Pernah bingung memilih, bukan karena tidak tahu, tapi karena semuanya mungkin?
Keputusan datang dalam bentuk yang tidak mengusik sampai yang paling berisik.

Ambisi sering membawa kita menuju tempat yang dianggap “terbaik”.
Namun, kadang lupa memberi ruang berhenti untuk beristirahat.

Beruntung, hidup tidak mengenal hitam sempurna, atau putih sempurna. 
Selalu abu-abu, abu-abu mendekati hitam, atau abu-abu mendekati putih. 

Abu-abu adalah ruang yang tidak memaksa untuk selalu benar, tapi cukup untuk belajar.
Ruang, dimana kesalahan dianggap sebagai bagian dari proses.
Ruang, dimana ketidaktahuan dihargai sebagaimana pengetahuan.
Karena bukankah dengan ketidaktahuan, rasa penasaran muncul? 
Dan dari rasa penasaran, pengetahuan bertumbuh?

Lantas, bagaimana jika kita melihat ketidaktahuan sebagai sebuah perlindungan?
Perlindungan dari banyaknya langkah yang sudah diambil.

Bayangkan jika kita bisa mengetahui semua hal buruk yang akan terjadi di depan.
Langkah yang semula sudah dipersiapkan dengan matang bisa padam, karena kini yang lebih berani adalah ketakutan.

Abu-abu adalah ruang berpikir,
Tentang semua hal yang bisa, sudah, akan, dan mungkin terjadi.

Menariknya, justru melalui ketidaktahuan, kita pelan-pelan membuka pintu waktu,
dengan pengetahuan yang masih akan terus tumbuh.

Untuk kamu yang masih melangkah dalam keraguan, 
yang masih melihat hidup hanya sebagai salah atau benar, tidak mengapa. 
Karena dalam keraguan, kita belajar kehati-hatian dalam berjalan.

Satu hal, 
Jangan lupa bahwa kehidupan ini abu-abu, masih banyak hal yang belum kita ketahui.

Maka, mari berjalan bersama,
menguak satu per satu halaman,
yang kelak menjadi jalan yang telah kita lewati, meski penuh dengan keraguan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.