Sasar Ibu Hamil hingga Lansia, Baksos Akbar Assalam FK UNAIR Sukses Mengabdi di Pacet

Sasar Ibu Hamil hingga Lansia, Baksos Akbar Assalam FK UNAIR Sukses Mengabdi di Pacet

Oleh : Humas Baksos ASSALAM

MOJOKERTO – Departemen Sosial Assalam, Keluarga Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (KM FK UNAIR) sukses menggelar aksi pengabdian masyarakat bertajuk “Baksos Akbar Assalam” di Desa Sajen, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Rangkaian program yang terbagi menjadi Pre-Event dan Main Event ini bertujuan nyata meningkatkan taraf kesehatan sekaligus memberikan edukasi medis komprehensif bagi lintas generasi desa setempat.

Fokus Kesehatan Ibu dan Anak di Sesi Pre-Event

Gambar 1 dr. Hanna memberikan materi tentang tumbuh kembang anak

Rangkaian kegiatan diawali dengan Pre-Event yang diselenggarakan pada Sabtu, 22 November 2025. Pada tahap awal ini, fokus utama diarahkan pada isu kesehatan ibu dan anak. Para kader kesehatan Desa Sajen menerima pembekalan intensif langsung dari pakar kesehatan anak FK UNAIR, dr. Hanna Dyahferi A, Sp. A (K). Dalam sesi ini, peserta memperoleh pemahaman mendalam mengenai pentingnya pemantauan kesehatan ibu dan anak secara berkelanjutan sebagai fondasi terciptanya generasi yang sehat dan berkualitas.

Selain transfer keilmuan, panitia juga mengadakan pemeriksaan kesehatan gratis bagi ibu hamil. Pemeriksaan tersebut bertujuan untuk memantau kondisi kesehatan ibu serta perkembangan janin, mendeteksi dini potensi masalah seperti anemia atau diabetes gestasional, serta mencegah komplikasi kehamilan. Selain itu, ibu hamil juga mendapatkan edukasi terkait nutrisi dan persiapan persalinan agar proses kelahiran dapat berlangsung aman dan sehat.

Setelah pemeriksaan, para ibu hamil difasilitasi sesi kelas yoga kehamilan yang dipandu oleh instruktur bidan profesional, Andriyanti S.Keb., Bd., M.Keb dan Euvangeline Dwilda Ferdinandus, S.Keb., Bd., M.Kes. Fasilitas ini dihadirkan guna menjaga kebugaran fisik dan mental para ibu hamil pada masa kehamilannya.

Bidan Euvangeline menyampaikan bahwa prenatal yoga memiliki berbagai manfaat penting bagi ibu hamil. “Prenatal yoga ini akan memberikan banyak manfaat fisik dan mental, seperti melatih pernapasan dan kekuatan otot agar persalinan lebih lancar, mengurangi stres, pegal, dan kecemasan, memperbaiki postur tubuh, melancarkan sirkulasi darah, serta membantu menjaga berat badan tetap sehat. Semua hal tersebut sangat penting untuk persiapan persalinan yang lebih nyaman dan pengalaman kehamilan yang positif,” ujarnya.

Main Event: Edukasi Remaja hingga Pelatihan Penyelamatan Nyawa

Puncak acara berlangsung selama tiga hari penuh pada 5–7 Desember 2025. Pemberangkatan tim baksos dilepas secara resmi oleh Wakil Dekan II FK UNAIR, Dr. Abduloh Machin dr., Sp.S. Setibanya di lokasi pada hari pertama, seluruh panitia dan 81 warga setempat bersinergi menggelar doa bersama lewat tradisi istighosah demi kelancaran acara.

Pada hari kedua, fokus pengabdian bergeser ke sektor pendidikan generasi muda. Panitia menyambangi dua sekolah sekaligus, yakni MTs Thoriqul Ulum dan SMPI Darun Najah. Sebanyak 101 siswa (36 siswa SMP dan 65 siswa MTs) mendapatkan edukasi vital mengenai Sexual Hygiene dan Sexual Harassment. Guna memaksimalkan pemahaman siswa tentang kebersihan organ reproduksi serta pencegahan pelecehan seksual, materi dikemas interaktif lewat sesi Focus Group Discussion (FGD) dan permainan edukatif.

“Edukasi kesehatan reproduksi dan pencegahan pelecehan seksual merupakan bekal penting bagi anak dan remaja agar mereka mampu menjaga diri, memiliki keberanian untuk bersikap, serta memahami batasan yang sehat dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Saiful Anam, panitia Baksos Akbar Assalam.

Gambar 2 Murid MA IIBS Sabilul Rahmah sedang mencoba melakukan Basic Life Support

Di lokasi berbeda, tepatnya di MA IIBS Sabilul Rahmah, diadakan pelatihan kegawatdaruratan Basic Life Support (BLS) yang diikuti oleh 169 santri, dengan menghadirkan pakar anestesi Dr. April Poerwanto Basoeki, dr., Sp.An., KIC, para santri diajarkan teknik penyelamatan nyawa kritis seperti primary survey, Cardiopulmonary Resuscitation (CPR), dan Heimlich Manouver. Tak hanya mendengarkan materi, para santri diwajibkan melakukan simulasi praktik langsung di pos-pos agar dapat mengimplementasikan langsung materi yang disampaikan sehingga kemudian hari siap memberikan pertolongan pertama pada kondisi darurat.

Puncak Pelayanan Medis: Khitan Massal, MCU, dan Donor Darah

Hari ketiga menjadi momentum puncak pelayanan kesehatan yang menyasar langsung warga Desa Sajen melalui tiga agenda besar yang berjalan paralel:

1. Khitanan Massal

Khitan dipilih sebagai salah satu bentuk intervensi kesehatan karena memiliki manfaat medis yang signifikan. Khitan berperan penting dalam menjaga kebersihan organ reproduksi, mencegah infeksi seperti infeksi saluran kemih (ISK) dan balanitis, serta menurunkan risiko gangguan seperti fimosis. Dalam jangka panjang, khitan juga diketahui dapat menurunkan risiko penyakit menular seksual (PMS), kanker penis, hingga kanker serviks pada pasangan, sekaligus membantu membangun kepercayaan diri karena kenyamanan dan kemudahan perawatan

Berkolaborasi dengan RS Bhayangkara Pusdik Brimob Pasuruan, Perawat Mandiri Mojokerto, dan LDNU MWC Ngoro, tim medis berhasil mengkhitan 30 anak menggunakan metode kauter yang minim nyeri. Agenda ini disokong penuh oleh lebih dari 10 relawan observer. Seluruh peserta khitan juga membawa pulang paket obat, santunan, serta perlengkapan pasca-operasi sebagai bentuk dukungan menyeluruh terhadap proses pemulihan.

2. Pengobatan MCU Gratis

Sebanyak 94 warga mendapatkan pemeriksaan Medical Check-Up (MCU) gratis meliputi cek BMI, tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan asam urat. Layanan ini digawangi oleh lima dokter alumni FK UNAIR, yaitu dr. Nasir, dr. Iqbal, dr. Jaya, dr. Baitul, dan dr. Diana. Selain pemeriksaan medis, warga juga memperoleh obat-obatan secara gratis. Penyediaan obat ini merupakan hasil kolaborasi antara Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) dan Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI), yang turut mendukung kelancaran dan keberhasilan kegiatan sosial tersebut.

“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal bagi warga Desa Sajen untuk lebih peduli terhadap kesehatan diri dan keluarga, serta menjadikan pemeriksaan kesehatan rutin sebagai bagian dari gaya hidup sehat,” ungkap Fiqi Wira, ketua panitia Baksos Akbar Assalam

3. Donor Darah

Bekerja sama dengan PMI Kabupaten Mojokerto, aksi kemanusiaan ini berhasil menjaring 48 pendaftar dan mengumpulkan 25 kantong darah lolos skrining ketat. Aksi donor darah ini diikuti oleh tim KKN UNESA, warga desa, serta panitia Baksos Khidmah FK UNAIR 2025.

Gambar 3 Petugas donor darah PMI sedang melakukan pengambilan darah

Rangkaian kegiatan dalam Baksos Akbar Assalam menjadi bukti komitmen berkelanjutan Departemen Sosial Assalam KM FK UNAIR untuk masyarakat. Inisiatif ini ditutup dengan harapan besar agar segala hal yang telah dibagikan mampu melahirkan generasi muda yang lebih peduli, sadar, dan mandiri dalam mengawal kesehatan pribadi maupun lingkungan sekitar dalam jangka panjang.